Follow Us on Tiktok

@3dentetv

Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan, menjadikan penandatanganan Benjamin Pavard dari Bayern Munich sebagai prioritas utama musim panas lalu, terutama setelah gagal merekrut Cesar Azpilicueta.Inzaghi bersikeras untuk menambahkan pemain yang tangguh secara defensif, mampu bermain di area luas, dan juga menjadi kehadiran dengan kualitas dan ketajaman dalam serangan.

Namun, di menit terakhir, Azpilicueta memutuskan untuk tidak bergabung dengan Inter. Pemain berusia 34 tahun itu malah memilih untuk bergabung dengan Atletico Madrid, kembali ke negara asalnya Spanyol bersama keluarganya.

Ini membuat Inter kembali ke titik nol. Mencari pengganti untuk Skriniar. Dan fakta bahwa juga ada kebutuhan untuk memperkuat serangan setelah kepergian Edin Dzeko dan Romelu Lukaku semakin mempersulit beberapa hal.

Pandangan yang berlaku pada bulan Agustus tampaknya adalah bahwa Inter harus membuat investasi besar mereka dalam sosok penyerang berkualitas tinggi. Kemudian mencari peluang pasar untuk menggantikan Skriniar dengan opsi yang lebih murah.

Tetapi Inzaghi yang bersikeras pada Pavard. Inzaghi melihat pemain Prancis tersebut sebagai pilihan yang sangat ideal untuk tidak hanya memperkuat, tetapi juga meningkatkan pertahanan.

Oleh karena itu, pelatih meminta klubnya untuk menandatangani Pavard dengan segala biaya – bahkan jika itu berarti mengorbankan uang yang dibutuhkan untuk menandatangani penyerang yang lebih mahal.

Inter mendatangkan opsi serangan dengan biaya rendah seperti Marko Arnautovic dan Alexis Sanchez. Dan mereka mendapatkan pemain yang mereka inginkan dalam bentuk Pavard.

Dan sekarang tidak sulit untuk melihat mengapa Inzaghi begitu menginginkan Pavard. Performa dari pemain berusia 27 tahun yang cepat, tenang, dan teknis membuatnya menjadi pilihan yang sempurna di sisi kanan dari trio belakang Inter.

Pavard membawa semangat juang, pengalaman, dan kehausan akan kemenangan ke Inter Milan. Kariernya yang diawali dengan perjalanan panjang dan banyak tantangan kini membuktikan bahwa ketekunan dan tekad yang kuat dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan. menjadi pilar dalam pertahanan klub Italia tersebut. Bagi Pavard, perjalanan kariernya masih jauh dari selesai. Dia memiliki ambisi untuk terus mengejar gelar-gelar besar dan meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah sepakbola dunia.

TAGS:
berita liga Italia
berita liga Italia terbaru
serie a
hasil serie a
hasil serie tadi malam
hasil liga Italia terbaru
hasil liga Italia tadi malam
berita liga Italia hari ini
as roma,
berita as roma
as roma terbaru
as roma transfer news
mourinho
transfer as roma 2023
berita as roma terbaru
as roma news
bursa trabsfer serie a,
bursa transfer serie a,
bursa transfer serie a terbaru,
bursa transfer serie a 2023,
juventus transfer,
juventus transfer news,
juventus transfer targets,
juventus transfer news today,
juventus transfer news 2023,
juventus transfers 2023,
juventus transfer rumours,
juventus transfer market,
juventus transfer rumors,
juventus transfer window,
juventus transfer 2023,
juventus transfer news sky sports,
juventus transfer news marcelo,
juventus transfer amount,
juventus transfer analysis,
transfer inter milan,
transfer inter milan terbaru,
transfer inter milan 2023,
transfer inter milan 2023,
transfer inter milan hari ini,
berita transfer inter milan terbaru sampai hari ini
berita ac milan
berita milan
berita bola hari ini
serie a
theohernandez
liga italia
berita bola
berita transfer terbaru
berita milan terbaru
milanisti indonesia
forza milan
berita ac milan terbaru 2023
berita ac milan terbaru 2023 hari ini
highlights inter
berita bola terbaru
lazio
berita bola
berita transfer ac milan
liga italia
berita milan
berita bola terlengkap
berita bola terkini
berita bola terbaru hari ini 2023
berita bola terbaru 2023
berita bola terbaru hari ini liga champions
berita bola terbaru hari ini indonesia
berita bola terbaru hari ini
berita bola tadi malam
berita bola terbaru indonesia
berita bola indonesia
berita bola hari ini

Share.

24 Comments

  1. Ini yang diperlukan Inter, pemain dengan penuh pengalaman di pertandingan level tertinggi. Seperti Mkyh, Acerbi, Dzeko, bedanya Pavard dengan segala pengalaman top levelnya, masih berusia 27 tahun, masih di umur terbaiknya, bahkan gak terlalu jauh dengan umur Lautaro, Barella, Di Marco, Thuram. Investasi yang sangat cerdas.

Leave A Reply