Luis Enrique disebut sebagai pelatih terbaik di dunia karena ia tidak mengalahkan Hansi Flick hanya karena keberuntungan. Gol PSG di menit ke-90 melawan Barcelona adalah sebuah mahakarya taktik murni.
Semua orang tahu kalau Flick sering menggunakan jebakan offside, dan itu sudah menjadi mimpi buruk bagi Mbappé. Namun, pelatih Rayo Vallecano sebelumnya sudah menemukan kelemahan Flick. Striker mereka jelas berdiri dalam posisi offside, tapi karena Barcelona terlalu percaya pada jebakan offside, mereka mengabaikannya. Lalu gelandang mengirim bola ke winger yang melakukan pergerakan, dan winger itu akan memberikan umpan ke striker bebas. Mereka terus mengulang pola itu.
Luis Enrique menggunakan taktik yang persis sama. Pada menit ke-19, Gonçalo Ramos menunggu dalam posisi offside, tapi Vitinha justru mengirim bola kepada Hakimi yang sedang melakukan pergerakan dan Hakimi mengirim assist untuk Goncalo Ramos.

#shortsvideo #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort

Share.

21 Comments

  1. Perasaan ini taktik lama deh, udh sering dipakai, terutama yang punya striker murni.. Tapi memang belakangan ini dunia bola sempet demam total football atau Tiki Taka ala Pep, jadinya strategi klasik sempat terpinggirkan..

  2. Gw masih bingung, gw nanya serius tolong jangan dibuli

    Pertanyaannya: Kenapa kalau ada 2 pemain musuh udah sama² berhadapan sama kiper lawan, trus si pembawa bola lebih memilih nge asist ke kawannya dan kawannya yg mencetak gol, kenapa itu gak offside?